REKAMAN WEBINAR

Call for Poster Seminar “Digitalisasi Kesehatan untuk Smart City”

Pokja Informatika Biomedis membuka kesempatan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun praktisi untuk berpartisipasi dalam kegiatan Seminar dan Hands-on “Digitalisasi Kesehatan untuk Mendukung Smart City: Dari Konsep Menuju Implementasi” dalam bentuk presentasi poster. Lebih lanjut mengenai Seminar, dapat dibaca di sini

Call for Poster

Tema “Smart Health to support Smart City” Topik (namun tidak dibatasi pada):
  • Smart Health (Satu Data, portal data kesehatan kabupaten/kota)
  • Digitalisasi kesehatan (mHealth, wearable device, mobile based survey)
  • Sistem kesehatan/rekam medis elektronik
  • Analisis data besar/data kesehatan
  • Penggunaan data (data use)
  • Advokasi digitalisasi kesehatan
  • dan lain-lain
Tanggal penting
  • Deadline: 8 Maret 2018
  • Pengumuman : 22 Maret 2018
UNDUH TEMPLATE POSTER DI SINI KIRIMKAN ABSTRAK MELALUI TAUTAN INI

Pengumuman Pertama: “Seminar Digitalisasi Kesehatan” dalam Rangkaian Kegiatan ASM 2018 Pokja Informatika Kesehatan

Teknologi informasi dan komunikasi dalam masyarakat

Globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi dan membawa implikasi terhadap perubahan dan pembaharuan kehidupan masyarakat, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan (hankam). Peran informasi dan komunikasi dalam aspek kehidupan sekarang ini sangat penting, bahkan para ahli di bidang informasi dan komunikasi sebagian besar mempunyai kesepakatan bahwa salah satu kekuatan terpenting sebagai sumber kekuasaan masa depan adalah informasi. Kini masyarakat telah semakin memahami dan menyadari hak-haknya untuk memperoleh informasi yang benar, akuntabel, mudah, murah dan tepat waktu serta merupakan kewajiban pemerintah untuk menyampaikan informasi publik kepada masyarakat sejalan dengan pengembangan demokratisasi sehingga terwujudnya akuntabilitas publik, transparansi dan good governance. Seiring dengan kemajuan zaman, kemajuan teknologi menjadi suatu terobosan baru yang digunakan oleh kota besar untuk memberikan layanan yang semaksimal mungkin bagi penduduknya, sehingga muncul konsep cyber city dan smart city. Konsep-konsep tersebut berkembang dengan mendasarkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengelola kota.

Inisiatif Smart City di Indonesia

Pembangunan kota-kota yang menuju smart city diawali dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang biasanya bersifat parsial, pada masalah-masalah prioritas. Smart city identik dengan penggunaan teknologi, mulai dari penggunaan berbagai aplikasi berbasis web atau mobile di smartphone, hingga penerapan Internet of Things (IoT) pada berbagai aspek kehidupan warga di kota pintar. Mengingat akan pentingnya fungsi pengelolaan data dan informasi ini, terutama untuk mendukung kegiatan-kegiatan di instansi pemerintah maka wajar kalau pemerintah berupaya untuk menempatkan pengelolaan data dan informasi ini pada tempat yang setara dan sama pentingnya dengan pengelolaan sumberdaya lainnya, seperti halnya sumberdaya manusia, keuangan, waktu dan yang lainnya. Sistem informasi kini telah menjadi kerangka dasar bagi semua aktifitas pemerintahan dan memungkinkan bagi fungsi manajerial dalam melakukan upaya pengelolaan sumber daya yang dimiliki secara lebih efisien dan efektif. Banyaknya pembangunan proyek infrastruktur daerah, secara otomatis sektor pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup, juga ikut bergerak. Dukungan program smart city harus memiliki keunggulan di berbagai bidang, misalnya ekonomi, mobilitas, lingkungan, masyarakat, pemerintahan dan kesehatan. Hal ini didasarkan Keunggulan ini dapat diperoleh melalui sumber daya manusia yang kuat, faktor social yang mendukung.

Smart Health Sebagai Bagian dari Smart City

Smart Health sendiri merupakan program yang menyediakan informasi bagi masyarakat terkait ketersediaan ruang inap maupun data yang dibutuhkan warga. Melalui program ini, masyarakat akan dimudahkan segala bentuk informasi yang tersedia dari rumah sakit yang ada di Kota yang sudah menerapkan program smart city ini. Sistem ini akan terintegrasi secara online, baik saat pasien mendaftar di puskesmas, pemeriksaan umum, pemeriksan labotarium, hingga pemberian obat. Jadi rekam medis pasien akan ada di Puskesmas atau pustu (Puskesmas Pembantu).

Kegiatan Pokja Informatika Biomedis

Seiring dengan hal tersebut di atas, maka Pokja Informatika Biomedis berencana menyelenggarakan Seminar dan Hands-on “Digitalisasi Kesehatan untuk Mendukung Smart City: Dari Konsep Menuju Implementasi” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Annual Scientific Meeting (ASM) 2018. Tujuan Seminar ini bertujuan untuk :
  • Mengkaji potensi teknologi digital Smart Health dalam mendukung pengembangan Smart City
  • Memperkenalkan mobile-based survey yang praktis untuk kegiatan kesehatan masyarakat
  • Memberikan advokasi penggunaan Digital Health Promotion untuk diseminasi informasi kesehatan.
  • Pemanfaatan mHealth untuk deteksi kesehatan jiwa di masyarakat, dan Mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasi sistem elektronik
Manfaat
  • Manfaat dari kegiatan ini antara lain:
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam aplikasi Smart Health guna mendukung Smart City
  • Memberikan rekomendasi bentuk dan komponen Smart Health dalam Smart City
Waktu dan Tempat
  • Tanggal 29 Maret 2018 Pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Bertempat di Auditorium FK UGM Lt. 1

Agenda Kegiatan (dalam konfirmasi)

Agenda (Tentatif) ASM Pokja Informatika Biomedis 2018

Pendaftaran

Silakan mendaftarkan diri dengan mengisi FORM INI 

Call for Poster

Tema “Smart Health to support Smart City” Topik (namun tidak dibatasi pada):
  • Smart Health (Satu Data, portal data kesehatan kabupaten/kota)
  • Digitalisasi kesehatan (mHealth, wearable device, mobile based survey)
  • Sistem kesehatan/rekam medis elektronik
  • Analisis data besar/data kesehatan
  • Penggunaan data (data use)
  • Advokasi digitalisasi kesehatan
  • dan lain-lain
Tanggal penting
  • Deadline: 8 Maret 2018
  • Pengumuman : 22 Maret 2018
UNDUH TEMPLATE POSTER DI SINI  

International Journal in Medical Informatics Special Issue: Collaborative Data Science in Healthcare

Guest Editors:

Leo Anthony Celi MD MS MPH

Massachusetts Institute of Technology

Cambridge, MA, USA

lceli@mit.edu

Rodrigo Deliberato MD PhD

Hospital Israelita Albert Einstein

Sao Paolo, Brazil

deliberato@einstein.br

Susana Vieira PhD

University of Lisbon

Lisbon, Portugal

susana.vieira@tecnico.ulisboa.pt

Scope:

While clinical trials are best in inferring causality, they are not adept at demonstrating small effect size across a population, which is typical given heterogeneity of treatment effect. Moreover, clinical trials typically exclude important subgroups (older patients, those with comorbidities): findings may not be generalizable to the real-world. Because of the limitations of clinical trials including cost, many practice guidelines are supported by low-quality evidence. To make matters worse, these guidelines are often adopted in countries where funding for research is limited.

Digitalization of healthcare data may provide an opportunity to develop locally relevant practice guidelines rather than adopting those from other countries. Digital data is proliferating in diverse forms within the healthcare field, not only because of the adoption of electronic health records, but also because of the growing use of wireless technologies for ambulatory monitoring. Since clinical trials may be too expensive to perform in most countries, digital health data provides an opportunity to conduct locally relevant research. Rigorous observational studies have been shown to correlate well with clinical trials across the medical literature in terms of estimates of risk and effect size.

The world is abuzz with applications of machine learning in almost every field – commerce, transportation, banking, and more recently, healthcare. These breakthroughs are due to rediscovered algorithms, powerful computers to run them, and most importantly, the availability of bigger and better data to train the algorithms.

This special issue, entitled Collaborative Data Science in Healthcare, will focus on secondary analysis of clinical data that is routinely collected in the process of care. We would like to highlight the following key messages in the special issue:

  1. Leveraging advances in machine learning in healthcare requires collaboration between clinicians and data scientists.
  2. High-resolution clinical data offers a distinct advantage over typical health registry data or quality reports for machine learning.
  3. As the number of candidate features expands, the size of the dataset needs to be an order of magnitude larger to avoid model over-fitting. This is the impetus behind the call for data sharing, or more aptly, data merging, and the creation of federated clinical databases.

We invite the research community to submit original research papers in the following topics:

  1. Building of federated clinical databases
  2. New research models in health data science
  3. Educational curricula that promote multi-disciplinary approach to machine learning in healthcare
  4. Linking of data captured by wireless technologies with health outcomes data
  5. Linking of publicly available datasets (e.g. environmental, municipal) with patient-level clinical data
  6. Implementation of decision support tools developed using real-world patient data

International Journal of Medical Informatics provides an international medium for dissemination of original results and interpretative reviews concerning the field of medical informatics. The Journal emphasizes the evaluation of systems in healthcare settings. The guide for authors, which has author guidelines for this journal could be found here:

https://www.elsevier.com/journals/international-journal-of-medical-informatics/1386-5056/guide-for-authors

When the manuscript is ready, please click the submission portal:

https://www.elsevier.com/authors/journal-authors/submit-your-paper

and choose the title of the special issue as SI: DataScience_Healthcare

Important Dates:

Paper submission deadline

1 October 2017

Revision submission deadline

1 February 2018

Publication

1 April 2018

Call For Abstract Forum Nasional Kebijakan Kesehatan Indonesia ke VII

 

“Monitoring Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional Menuju Pencapaian UHC 2019” & “Pengalaman Empirik dalam Penyusunan Kebijakan Kesehatan di Level Pemerintah Pusat atau Daerah”

 

Pengantar

 

Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berlangsung sejak 2014 dengan tujuan utama untuk memberikan perlindungan cakupan kesehatan semesta (universal health coverage/UHC) yang ditargetkan bisa mencakup seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2019.

Menurut skema proses kebijakan, JKN telah mencapai tahap pelaksanaan. Pelaksanaan kebijakan JKN telah berlangsung selama 3 tahun, sehingga perlu sebuah pemantauan untuk melihat sejauh mana kebijakan ini berkembang. Apakah JKN mampu bertahan sehingga menjadi kebijakan yang berkelanjutan? Apakah di tahun 2019 benar bisa tercapai jaminan kesehatan semesta untuk seluruh rakyat Indonesia ?

Oleh karena itu, Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) sedang melakukan kegiatan monitoring JKN di tahun 2014-2016 yang dilaksanakan melalui website http://www.kebijakankesehatanindonesia.net/ pada bulan Januari hingga Oktober 2017.

Kegiatan puncaknya adalah pada Forum Nasional pada tanggal 25-26 Oktober 2017 yang membahas hasil dari kerangka evaluasi untuk memberikan prediksi pencapaian UHC di tahun 2019.

Dalam rangka Forum Nasional ini, kami mengundang para peneliti, dosen, praktisi kesehatan untuk berkontribusi mengirimkan hasil penelitian dengan topik “Monitoring Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional”. Abstrak harus merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan, baik secara mandiri mau pun sebagai kelompok.

 

Penelitian mengenai JKN dapat berfokus pada salah satu bidang ini :

  1.  Pelaksanaan JKN dan dampaknya dengan program kesehatan tertentu (misalnya KIA, HIV/AIDS, TB, PTM, gizi, dll);
  2. Aspek pembiayaan dan kebijakan pembiayaan JKN;
  3. Aspek kepersertaan JKN;
  4. Aspek regulasi dan implementasi regulasi JKN ;
  5. Aspek mutu pelayanan dalam pelaksanaan kebijakan JKN;
  6. Aspek institusi dan pemangku kepentingan kebijakan JKN ;
  7. Dan lain-lain
 

Disamping penelitian mengenai Monitoring dan Evaluasi JKN, Forum JKKI di tahun 2017 ini mengharapkan Call for Abstract yang berisikan penelitian atau pengalaman yang terkait dengan Proses Penyusunan Kebijakan Kesehatan. Call for Abstract ini merupakan hal baru yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan para peneliti untuk mempengaruhi kebijakan di level pemerintah pusat ataupun daerah. Hal ini sangat penting mengingat bahwa di masa mendatang diharapkan kebijakan kesehatan ditetapkan berdasarkan bukti yang tepat.

Diharapkan para peneliti atau analis kebijakan dapat memberikan abstrak yang mencakup:

  • Pengusulan isu dalam Agenda Setting kebijakan kesehatan di pemerintahan pusat, propinsi, atau kabupaten;
  • Pengalaman melakukan penelitian implementasi dan monitoring kebijakan kesehatan yang berjalan;
  • Metode Evaluasi Kebijakan;
  • Analisis Kebijakan Kesehatan;
  • Proses Advokasi untuk pengembangan kebijakan kesehatan,
  • Dan berbagai hal terkait dengan proses penyusunan kebijakan di pemerintah pusat dan daerah.
  Tanggal-tanggal penting
  • Registrasi dengan harga khusus : 03 Juni – 10 September 2017
  • Registrasi dengan harga normal : 11 September – 21 Oktober 2017
  • Batas akhir pengumpulan abstrak : 1 Agustus 2017
  • Pengumuman abstrak yang diterima : 15 Agustus 2017
  • Pre-Forum Nasional : 23, 24 Oktober 2017
  • Forum Nasional : 25 – 26 Oktober 2017
  Ketentuan penulisan:

Format abstrak:

a. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia;

b. Judul dan teks abstrak tidak lebih dari 300 kata;

c. Tidak menggunakan akronim dan simbol untuk tujuan menyingkat;

d. Diketik dengan program Microsoft Word diketik 1 spasi, dengan program Windows Microsoft Word tahun 1997 ke atas, tipe huruf Times New Roman, font size 12, dan margin kiri, kanan, atas, dan bawah semuanya sebesar masing-masing 2,54 cm pada kertas ukuran A4.;

e. Abstrak berisi minimal:

e1. Abstrak Penelitian:

  • – Pendahuluan (latar belakang, tujuan, dan rumusan masalah atau hipotesis);
  • – Metode (desain penelitian, subjek, pengumpulan data, dan analisis data);
  • – Hasil dan bahasan;
  • – Kesimpulan dan saran/implikasi untuk kebijakan kesehatan.

e2. Abstrak Pengalaman Empirik dalam proses kebijakan

  • – Pendahuluan (latar belakang dalam konteks proses kebijakan kesehatan)
  • – Tujuan Penulisan Paper pengalaman:
  • – Uraian;
  • – Kesimpulan dan saran/implikasi untuk proses kebijakan.

f. File abstrak disertai identitas peneliti/pengirim, meliputi:

  • – nama penulis; apabila penulis lebih dari satu, maka tandai penulis yang akan presentasi dengan menggarisbawahi nama.
  • – nama institusi peneliti;
  • – nomor telepon /kontak peneliti; dan
  • – alamat e-mail peneliti

Abstrak haruslah hasil penelitian terkait kebijakan dan monitoring kebijakan yang telah selesai dilakukan. Abstrak tidak boleh merupakan abstrak yang telah dikirimkan dan dipresentasikan di konferensi/seminar lain.

 

Pengiriman abstrak dikirm ke: jkki.pkmk@gmail.com atau lelyana.pkmk@gmail.com atau melalui web: http://kebijakankesehatanindonesia.net/jkki

 

Pembayaran & Rewards:

  • Biaya registrasi sebesar Rp 1.000.000,00 (sampai tanggal 10 September 2017)
  • Registrasi setelah tanggal 10 September 2017akan dikenai harga normal Rp. 1.500.000,-
  • Bagi abstrak yang terpilih akan mendapatkan freebiaya registrasi dan seminar Forum KKI VII
  • Penulis dapat mengirimkan makalah lengkap untuk diterbitkan sebagai proceeding (dengan nomor ISBN) dalam Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia.
  • Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian Forum Nasional selama 2 hari dan mengikuti ujian akan mendapat sertifikat dengan SKP (IDI, IAKMI, PPNI, IBI)
Pre-Forum Nasional:

Forum Nasional juga akan menghadirkan beberapa pelatihan sebagai bagian dari Pre-Forum Nasional. Kegiatan adalah sebagai berikut:

  Kontak

CP: Putri Sulistyo Aji

Pendaftaran dapat dilakukan melalui website www.kebijakankesehatanindonesia.net, dan Abstrak dapat di kirimkan melalui email jkki.pkmk@gmail.com atau lelyana.pkmk@gmail.com Informasi lebih lanjut terkait Forum Kebijakan Kesehatan Indonesia VII dapat di akses pada alamat website http://kebijakankesehatanindonesia.net/

Hp 0811 1019 077

Email : jkki.pkmk@gmail.com

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM

Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Phone : 0274-547658 (hunting)

Fax : 0274-549425

Mobile : 0813-2976-0006

AeHIN, CHSI, dan WHO mengadakan Workshop eHealth

China Health International Technology Exchange Conference (CHITEC) WHO-AeHIN Meeting 2017 di Qingdao, China, 18 Mei 2017

AeHIN.ORG – 10 anggota AeHIN dari 6 negara berpartisipasi dalam the AeHIN-CHSI-WHO Workshop on eHealth yang diselenggarakan di Qingdao International Convention Center pada 18 Mei 2017. Wokrshop ini adalah bagian pre-konferensi dari acara China Health Information Tehcnology Exchange Conference 2017.

Para peserta disambut oleh