REKAMAN WEBINAR

Kementrian Kesehatan Vietnam menjadi Tuan Rumah dari Convergence Workshop

Sesi foto bersama pasca acara Vietnam Convergence Workshop. Sumber: aehin.org 

AeHIN.ORG – Kementrian Kesehatan Vietnam menjadi tuan rumah dari convergence workshop yang diadakan pada 13-15 Februari 2017 yang lalu. Diinisiasi oleh General Department for Preventive Medicine, workshop ini juga didukung oleh Information Technology Department Kementrian Kesehatan Vietnam serta departemen-departemen yang lain. Workshop di fasilitasi oleh anggota AeHIN di Myanmar, Bhutan, dan Indonesia. Para peserta

SIL – Asia dipresentasikan di UP-PGH

Justin Fyfe dari Mohawk Lab sedang mendiskusikan infrastruktur. Sumber: aehin.org

AeHIN.ORG – Dari mengidentifikasi berbagai tantangan di sistem kesehatan untuk mempelajari mengenai ruang lingkup pemerintahan dan pelatihan sertifikasi yang sedang berjalan, AeHIN saat ini bergerak ke arah interoperating systems menuju Standards and Interopability Lab for Asia (SIL-Asia).

SIL-Asia di tenagai oleh AeHIN dan didukung oleh Asian Development Bank (ADB), World Health Organization (WHO), UNICEF dan partner-partner lainnya. Kantor SIL-Asia saat ini berlokasi di University of the Philipphines – Philippine General Hospital (UP-PGH).

Tujuan dari lab SIL-Asia ini adalah untuk memberikan dukungan teknis kepada organisasi pemerintah dan swasta, terutama di pemerintahan, untuk membuat sistem-sistem eHealth yang interopable dengan menghubungkan sistem-sistem informasi yang sudah ada untuk membantu membuat perencanaan serta membuat keputusan. Bantuan teknis sedang ditawarkan, yang meliputi

Para Inovator dan PBB Diskusi Penggunaan Teknologi untuk Mengatasi Berbagai Tantangan Dunia

Ilustrasi High-level SDG Action Event on Innovation and Connectivity

UN.ORG – Pada 17 Mei 2017, telah diadakan pertemuan antara para inovator global dan para pemimpin perusahaan teknologi dari berbagai belahan dunia dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Seperti dilansir dari situs UN.org, teknologi telah menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan, terutama untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Mulai dari drone yang digunakan untuk membawa makanan dan obat-obatan, alat tes darah yang digunakan untuk mendiagnosa Ebola, dan masih banyak lagi.

Amina Mohammed, Deputy Secretary General dari PBB, mengatakan bahwa saat ini, seluruh dunia sedang menutup batas mereka. Meskipun begitu, Nyonya Mohammed mengatakan bahwa kerjasama adalah hal yang penting untuk mencapai SDGs disetiap negara.

“Banyak inovator mengetahui bahwa batasan itu tidak ada. Seperti apa yang kita lakukan di aula-aula ini, ketika kita bernegosiasi dan berbicara mengenai garis merah, garis biru, dan garis hijau.” tambah Nyonya Mohammed.

Nyonya Mohammed juga menggaris bawahi bahwa tidak ada garis merah, biru, maupun hijau ketika kita berjalan di internet, sosial media, serta berkomunikasi lintas batas-batas tersebut. “Hal itulah yang menjadi

RSUD Wates Luncurkan Pendaftaran Online

RSUD Wates. Sumber: rsud.kulonprogokab.go.id

KEDAULATAN RAKYAT- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates dalam waktu dekat akan memberikan solusi atas tingginya angka pasien yang mendaftar di rumah sakit dengan menciptakan sistem pendaftaran online. Dilansir dari koran Kedaulatan Rakyat (KR) edisi 26 Mei 2017, pasien akan dapat melakukan pendaftaran melalui smartphone mereka yang berbasis Android, sehingga pasien akan mendapatkan nomor antrian melalui telepon genggam mereka, dan dapat memprediksi pada pukul berapa pasien akan datang ke rumah sakit.

Menurut Direktur RSUD Wates dr. Lies Indriyati, Sp.A ketika diwawancari oleh KR pada 25 Mei 2017, pendaftaran online ini memungkinkan pasien dapat dilayani layaknya mendapatkan pelayanan di stasiun. “Jadi pendaftaran tidak harus manual, tapi bisa online dari