REKAMAN WEBINAR

Precision Medicine: Membuat Pengobatan Terpersonalisasi menjadi Nyata

 
Precision Medicine. Sumber: nasa.gov

Apa jadinya apabila terapi pengobatan antar orang yang memiliki penyakit yang sama, menjadi berbeda? Atau, bagaimana rasanya mengkonsumsi obat dengan jenis yang sama namun obat itu khusus hanya ditujukan kepada kita, bukan orang lain dengan penyakit yang sama dengan kita? Mungkin ini sedikit membingungkan, tetapi, era dimana pengobatan yang diterima oleh pasien yang satu dengan pasien yang lain akan berbeda meski penyakitnya sama persis, akan segera datang. Pengobatan terpersonalisasi ini disebut dengan precision medicine.

Dr. Nick van Terheyden M.D Chief Medical Officer dari Dell®, James Lowey Chief Information Officer dari Translational Genomics Research Institute (TGen) dan Michael Mcmanus Senior Health Life Science dari Intel®, mencoba berbagi pengalaman mereka lewat webinar berjudul Making Precision Medicine Real  terkait precision medicine.

Dr.Nick mengungkapkan, ketika data meningkat, penyimpanan tidak memadai. Clinical decision making menjadi semakin kompleks. Menurut Dr. Nick, Personal Molecular Medicine mulai menjadi rujukan, karena ada 3 kemungkinan ketika pasien mengkonsumsi obat: Sembuh, antara sembuh dan tidak, dan tidak sembuh (kadar toksin meningkat).

Disamping dari berbagai kemungkian yang timbul dari pemberian obat, Dr. Nick mengatakan bahwa respon obat juga bervariasi. “Tidak ada satu obat untuk semua orang. Kebanyakan obat hanya bekerja pada 30% sampai 70% pasien. Ada banyak faktor yang menetukan keberhasilan respon obat dalam menyembuhkan”. Pharmacogenetics, menurut Dr. Nick, akan menjadi salah satu pertimbangan untuk terapi yang terindividualisasi di masa mendatang, dengan mempertimbangkan data genetic pasien.

James, yang telah mendalami genetika untuk waktu yang lama di TGen’s, menjelaskan adanya kemungkinan pengobatan spesifik untuk pasien berdasarkan data genetika. “Saya rasa penting untuk menciptakan precision medicine, terutama untuk anak-anak yang memiliki penyakit yang langka.” ungkap James yang sedang mencoba untuk mentranslasi penemuan genomic untuk meningkatkan kesehatan manusia. Precision Medicine yang telah dan sedang dikembangkan hingga 2020 antara lain untuk penyakit Bipolar disorder, bermacam-macam cancer, childhood cancer, general oncology, triple negative breast cancer, pancreatic cancer, pancreatic cancer, melanoma, multiple myeloma, pediatric cancer, small lung cancer, glioblastoma, breast cancer, rare childhood disorders, dan concussion.

“Informasi genomic akan sangat menjadi tantangan” pendapat James. Sepanjang perjalanan James dan tim peneliti lainnya selama 37 tahun mendiagnosis, dengan melibatkan 400 dokter dan dokter spesialis, mereka telah menemukan dua mutasi gen langka yang terletak di gen TBC1D24, yang diyakini oleh mereka sebagai satu-satunya mutasi genetik dengan jenis ini di dunia.

Michael menjelaskan apa yang sedang dikerjakan oleh Intel® terkait dengan precision medicine. “Kami mencoba untuk menciptakan data storage yang akan mampu menampung keberagaman data, big data, dari data pribadi pasien, serta mengoptimalisasi coding, karena kami juga mendapat beberapa masukan terkait compressing data.”

Ilustrasi Personal Data yang tersebar acak. Sumber: Slide Webinar Making Precision Medicine Real
“Kami sedang berkerja untuk menjadikan analisis-analisis kompleks dari yang memakan waktu mingguan dan bulanan, menjadi hanya beberapa jam dan beberapa hari saja.”

“Intel sedang mengerjakan All in One Day Diagnosis, dimana diagnosis berbasis gen individual untuk merencanakan pengobatan pasien. Peneliti berbagi, melakukan kolaborasi lintas institusi untuk membuat penemuan baru. Klinisi mengadopsi, membawa genomic dan precision medicine ke ranah praktek. Pembayar dan pembuat kebijakan me-reimburse, mem-validasi keuntungan dan bukti dari precision medicine, dan pasien-pasien teredukasi, permintaan pelayanan dimulai dari meruntut genetik pasien. “

Ilustrasi Clinically Actionable Information. Sumber: Slide Webinar Making Precision Medicine Real

Dr. Nick menjelaskan korelasi antara genomics dan preventive care. “Washington University menemukan sebuah alat, dimana memanfaatkan berbagai data genomic untuk mencari korelasi antara gen dengan berbagai penyakit yang berhubungan dengan jantung, termasuk aritmia dan kardio miopati. Mereka sudah menerapkannya untuk para atlet muda.” ujar Dr. Nick.

Dalam Webinar yang bertujuan untuk mengenalkan precision medicine ini, para pembicara berharap bahwa informasi terkait genetik pasien, dapat digunakan untuk membuat pengobatan pasien menjadi lebih terpersonalisasi dan lebih baik di masa depan.

Semoga dengan membaca sekilas rangkuman dari Webinar dengan Making Precision Medicine Real ini, pembaca mendapatkan gambaran akan kebermanfaatan dari data, yang ditujukan untuk melakukan inovasi di bidang pengobatan, yang tentunya semoga juga dapat memberikan inspirasi untuk pengobatan penyakit, terutama di Indonesia.

Semoga bermanfaat 🙂

Power Point Webinar Making Precision Medicine Real:

HIMSS17_Precision_Medicine_Teaser_Webinar_2016_11_28_Final_v7

 Artikel ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment