REKAMAN WEBINAR

Pelatihan untuk Pelatih NusaHealth

 
Foto Peserta Pelatihan untuk Pelatih  NusaHealth yang diselenggarakan di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 16 Desember 2016 oleh SixCap Singapore

YOGYAKARTA Pelatihan untuk pelatih NusaHealth telah dilaksanakan di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada pada Jumat 16 Desember 2016 yang lalu. Pelatihan ini dilaksanakan atas kerja sama Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Six Capital (SixCap) Singapore.

Pelatihan ini dihadiri oleh pihak SixCap Cliff Lee, Managing Director NusaHealth; Lisa Nguyen, Chief Operating Officer NusaHealth; Nadia Goei, Assistant Vice President, Special Projects NusaHealth; dan Anindya Kusuma Putri, Humanitarian Ambassador dari SixCapital sebagai pelatih, serta peserta dari lainnya dari internal UGM seperti Surahyo Sumarsono, B.Sc, M.Eng.Sc dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D dari pengajar di departemen Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES), I Nyoman Aji Payuse dari Fakultas Hukum, beberapa asisten peneliti serta mahasiswa-mahasiswi dari jenjang sarjana dan pasca sarjana.

Pelatihan ini dimulai oleh Pak Rahyo, panggilan akrab Surahyo, dengan memberikan sesi pembukaan serta gambaran akan pelatihan yang akan dilakukan selama kurang lebih 3 jam kedepan. Sesi perkenalan pun dimulai dari Cliff, berurutan hingga ke peserta terakhir.

Para peserta diberikan gambaran awal oleh Lisa terkait visi dan misi dari NusaHealth, dimana tingginya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya di Indonesia, menjadi latar belakang dilakukannya pilot project NusaHealth ini. Nadia lalu menambahkan terkait detail operasional penggunaan aplikasi NusaHealth kepada para peserta pelatihan. Kemudian, Cliff memberikan teknis yang lebih detail kepada para pelatih agar dapat kedepannya para pelatih ini dapat memudahkan masyarakat dalam menggunakan aplikasi NusaHealth.

Pada awal pelatihan ini, beberapa peserta tampak masih kebingungan dengan aplikasi NusaHealth, dan sebagian dari mereka pun ada yang masih belum memahami bagaimana cara kerja aplikasi yang sudah terinstal di smartphone tersebut. Untungnya, baik Lisa, Nadia, Cliff, dan Anin pun turut membantu peserta dalam memahami aplikasi NusaHealth, salah satunya dengan memberikan satu contoh challenge, dimana peserta diharuskan untuk menempelkan smartphone mereka di area jantung peserta. “We have a challenge that required all of the participant to measure their heart beat, simply by put their phone in their heart.” tutur Lisa dalam bahasa Inggris.

Para peserta pun terlihat senang dengan teknologi yang disuguhkan oleh aplikasi NusaHealth, karena selain mendapatkan ilmu baru mengenai penggunaan teknologi untuk meningkatkan kesehatan, peserta mendapatkan materi mengenai hal-hal spesifik secara teknis yang diperlukan untuk dapat memampukan telepon pintar yang selama ini mereka bawa untuk dapat menjalankan aplikasi kesehatan. Seperti contohnya pada pengukuran denyut jantung, peserta diminta untuk mengatur waktu aktif layar pada smartphone mereka menjadi 3 menit, karena setidaknya membutuhkan waktu 1 menit untuk dapat membuat aplikasi NusaHealth ini mendeteksi frekuensi denyut jantung kita.

Sebelum masuk sesi penutupan, para peserta pelatihan diacak untuk dikelompokan dalam beberapa kelompok, untuk melakukan simulasi pelatihan terhadap para peserta yang nantinya para peserta pelatihan ini akan melatih di masyarakat secara langsung. Pelatihan satu persatu ini sangat memudahkan pelatih untuk memahami mengenai tanggung jawab yang akan mereka lakukan kelak.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto yang diikuti oleh seluruh pemateri serta panitia pelatihan untuk pelatih NusaHealth. Rencana untuk peluncuran perdana aplikasi NusaHealth dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat ini akan dilakukan di Puskesmas Ngawen 2, Gunungkidul, pada 21 Desember 2016.

Reportase ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment