REKAMAN WEBINAR

Pertukaran Data Imunisasi menggunakan Rekam Medis Elektronik

Ilustrasi Imunisasi Anak dan Rekam Medis Elektronik. Sumber: Google.com

Era dimana informasi menjadi hal yang essential di kalangan masyarakat, mendorong dunia kesehatan untuk mengikuti derasnya arus perubahan tersebut. Seiring berjalannya waktu pula, intergrasi antara teknologi informasi dengan kesehatan, menciptakan daya tarik peneliti untuk memanfaatkan momentum tersebut agar mendapatkan lebih banyak lagi pengetahuan untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya seperti penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari New York untuk mengetahui manfaat dari pertukaran data terhadap imunisasi pada anak-anak dan remaja di kota tempat pahlawan fiksi Spider-Man beraksi.

Penelitian berjudul Immunization Data Exchange with Electronic Health Records dilakukan untuk menilai dampak dari pertukaran informasi imunisasi antara sistem informasi imunisasi (IIS) dan sebuah rekam medis elektronik meliputi tingkat update informasinya, overimmunization, dan kelengkapan catatan imunisasi untuk kalangan dengan pendapatan menengah kebawah serta anak-anak dan remaja di kota.

Departemen Kesehatan Kota New York mengelola IIS berbasi populasi bernama Citywide Immunization Registry (CIR). Lima komunitas klinik di Kota new York mengimpelentasikan hubungan langsung data imuniasasi dari CIR ke rekam medis elektronik lokal di tempat mereka.

Peneliti membandingkan status imunisasi dan overimmunization pada anak-anak dan remaja berumur antara 19 sampai 35 bulan, 7 tahun sampai 10 tahun, dan 13 tahun sampai 17 tahun dengan masa kunjungan pengunjung dalam waktu 6 bulan terakhir sebelum pertukaran data implementasi (2009; n=6452) berbanding 6 bulan pasca implementasi (2010; n=6124).

Para peneliti juga menilai kelengkapan dari catatan imunisasi dengan atau tanpa penambahan data CIR untuk 8548 anak-anak dan remaja dengan masa kunjungan antara tahun 2012-2013.

Peneliti-peneliti menemukan bahwa status terbaru meningkata dari sebelum hingga setelah implementasi dari 75.0% menjadi 81.6% (absolute difference, 6.6%; 95% confidence interval [CI], 5.2% menjadi 8.1%) dan cukup signifikan untuk semua kelompok umur. Presentase overimmunized menurun dari 8.8% menjadi 4.7% (absolute difference, -4.1%; 95% CI, -7.8% menjadi -0.3%) dan cukup signifikan untuk kelompok remaja (16.4% berbanding 1.2%; absolute difference, -15.2%; 95% CI, -26.7 menjadi -3.6). Status terbaru untuk mereka yang ada dalam masa kunjungan dari tahun 2012 hingga 2013 lebih tinggi ketika data IIS dimasukan (74.6% berbanding 59.5%).

Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa pertukaran data dapat meningkatkan status imunisasi pada anak-anak dan remaja. Pengembangan dari teknologi untuk mendukung pertukaran seperti pada studi ini serta fokus berlanjut di tingkat kebijakan lokal, daerah, dan pusat untuk mendukung pertukaran-pertukaran data, aku peneliti, sangat dibutuhkan.

Semoga dengan membaca sedikit abstrak dari jurnal Immunization Data Exchange with Electronic Health Records ini, pembaca dapat memahami akan esensi dari pertukaran data untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Semoga bermanfaat ūüôā

Link download jurnal: Immunization Data Exchange with Electronic Health Records

Review ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment