REKAMAN WEBINAR

Pengalaman Pasien menggunakan Rekam Medis Personal Rawat Inap

Ilustrasi Personal Health Record

Bagaimana rasanya apabila ketika kita sakit, kita bisa melihat sejauh mana dan apa saja data klinis kita ketika kita di rumah sakit, melalui tablet kita? Tentunya ada pro dan kontra apabila data kita dapat kita lihat ketika kita sedang terbaring di rumah sakit, namun, untuk beberapa pasien di salah satu rumah sakit di Kota New York, hal ini membuat pasien-pasien disana sangat senang. Terima kasih kepada Rekam Medis Personal (Personal Health Record / PHR).

J. Woollen dari Department of Biomedical Informatics Columbia University dan beberapa peneliti lainnya dari Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian untuk melihat sejauh mana pengalaman pasien dalam menggunakan PHR.

Secara spesifik, penelitian ini  bertujuan untuk menginvestigasi pengalaman pasien menggunakan PHR rawat inap pada tablet (komputer) untuk meningkatkan tingkat keterikutsertaan di rumah sakit.

Peneliti melakukan observasi dan mengedakan interview semi-terstruktur dengan 14 pertanyaan pasca operasi jantung dan anggota keluarga mereka yang menerima PHR rawat inap.  Tema-tema diidentifikasi melalui skema pengkodean induktif.

Seluruh responden partisipan sangat senang ketika mendapatkan akses untuk melihat informasi klinis mereka. Mayoritas partisipan (85.7%) menggunakan aplikasi seperti ketika dilakukan sesi pelatihan. Pasien-pasien melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi ketika mereka bisa melihat pengobatan mereka di rumah sakit dan mengakses materi-materi edukasi terkait dengan kondisi kesehatan mereka.

Pasien-pasien melaporkan keinginan mereka untuk melihat laporan progres terkait tinggalnya mereka di rumah sakit dan mendapatkan informasi edukasi akan penyembuhan pasca-akut mereka.

Sebagai tambahan, pasien-pasien mengekspresikan keinginan yang sama melihat diagnosis, hasil tes lab, laporan radiologi, dan catatan prosedur dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka.

Menurut penelitian Woollen dan tim penelitinya, pasien-pasien membutuhkan informasi-informasi terkait kondisi mereka selama mereka berada di rumah sakit.

Penemuan dari penelitian ini menyarankan agar rumah sakit menyediakan  informasi kesehatan terpersonalisasi melalui tablet yang dapat meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi kecemasan meningkatkan, pemahaman dari kondisi kesehatan mereka, dan meningkatkan keselamatan dan kualitas dari pelayanan untuk beberapa pasien di rawat inap dan anggota keluarga mereka.

Sekilas abstrak dari jurnal yang berjudul Patient Experiences Using an Inpatient Personal Health Record ini semoga dapat memberikan gambaran pembaca bahwa teknologi informasi tak hanya dapat membuat kita untuk lebih mengetahui informasi yang ada di internet saja, namun informasi kesehatan kita mampu ada dalam genggaman kita.

Begitu juga dengan pengalaman pasien-pasien (khususnya rawat inap) terhadap pelayanan yang ada,  tentunya sangat berharga untuk meningkatkan kualitas inovasi pelayanan kesehatan.

Semoga kedepannya, penelitian PHR ini semakin berkembang serta bertambah dan kedepannya sistem PHR dapat terintegrasi di tiap tingkat fasilitas pelayanan kesehatan, baik di tingkat lokal hingga tingkat nasional, khususnya di Indonesia.

Semoga bermanfaat 🙂

Link Jurnal: Patient Experiences Using an Inpatient Personal Health Record

Review ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment