REKAMAN WEBINAR

Tren Amerika dalam Kinerja Keselamatan dari Sistem Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Anak

Ilustrasi Electronic Health Record Safety

Kesempurnaan dalam melakukan pengobatan tak hanya dicapai dengan mengandalkan bantuan tenaga medis seorang diri saja, namun bagaimana sistem disekelilingnya membantu dengan optimal agar tercipta pelayanan kesehatan yang terbaik. Salah satu ketidak sempurnaan yang bisa terjadi dalam pengobatan pasien, adalah munculnya medication error.

Sekelompok peneliti dari Negeri Paman Sam yang berasal dari praktisi serta akademisi di bidang biomedical informatics mencoba untuk melakukan penelitian terhadap fenomena medication error di Amerika Serikat dengan mengkorelasikannya menggunakan manfaat dari rekam medis elektronik di rumah sakit anak.

Tujuan dari penelitian yang telah diterbitkan oleh Journal of the American Medical Informatics Association ini adalah untuk mengevaluasi keselamatan dari sistem masukan perintah dokter terkomputerisasi (computerized physician order entry / CPOE) dan pendukung keputusan klinis terasosiasi (assosciated clinical decision support / CDS) dalam rekam medis elektronik (electronic health record / EHR) pada fasilitas rawat inap pediatri di Amerika Serikat menggunakan alat evaluasi CPOE Leapfrog Group.

Alat evaluasi CPOE Leapfrog milik pediatri, alat validasi yang sebelumnya digunakan untuk menilai kemampuan dari sistem CPOE untuk mengidentifikasi perintah yang mungkin berpotensi untuk menyakiti pasien, telah digunakan untuk mengevaluasi 41 rumah sakit anak selama 2 tahun.

Evaluasi dari tes terakhir yang tersedia pada setiap institusi telah dilakukan oleh tim peneliti, dimana penilaian kinerja secara keseluruhan serta kategori pendukung keputusan (seperti interaksi obat dengan obat, batasan dosis) juga telah dilakukan. Analisis longitudinal untuk menguji kinerja juga dilakukan untuk menilai dampak dari pengujian dan tren kinerja CPOE secara keseluruhan di rumah sakit – rumah sakit anak.

Sistem CPOE dokter spesialis anak menurut penelitian ini mampu mengidentifikasi 62% potensi medication error dalam skenario-skenario terakhir, walaupun hanya 23-91% institusi yang diuji. Nilai kategori – kategori tertinggi meliputi interaksi-interaksi obat dengan alergi, batasan dosis (baik yang sehari-hari maupun yang kumulatif) dan rute pemberian obat yang tidak tepat.

Juan D. Chaparro dan peneliti lainnya menemukan bahwa rumah sakit –  rumah sakit yang telah lama menerapkan CPOE tidak memiliki nilai yang baik saat pengujian tahap awal, tetapi setelah pengujian tahap awal terdapat peningkatan yang konsisten sebesar 4% pertahun.

Sistem CPOE pediatrik secara umum mampu menahan sebagian besar medication error yang potensial, tetapi secara luas berubah antara implementasi. Pengujian prospektif dan terulang menggunakan alat evaluasi Leapfrog Group memiliki hubungan dengan meningkatnya kemampuan pencegahan medication error yang potensial.

Semoga sekilas rangkuman dari jurnal yang berjudul National trends in safety performance of electronic health record systems in children’s hospitals ini dapat menjadi masukan untuk pembaca, terutama yang berperan dalam dunia kesehatan, untuk mempertimbangkan penggunaan rekam medik elektronik untuk mencegah meningginya angka medication error, terutama di Indonesia.

Semoga bermanfaat 🙂

Link jurnal: National trends in safety performance of electronic health record systems in children’s hospitals

Review ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment