REKAMAN WEBINAR

Meningkatkan Vaksinasi dengan Panggilan Suara Pengenalan Interaktif

Ilustrasi IVR on EHR

Sistem pendukungan keputusan klinis (Clinical Decision Support / CSD), termasuk pengingat terkomputersiasi untuk penyedia dan pasien, dapat meningkatkan hasil kesehatan. CDS mempromosikan vaksinasi influenza dengan menghantarkannya secara langsung kepada pasien melalui portal pasien rekam medis elektronik ( electronic health record / EHR) dan panggilan pengenalan suara interaktif ( interactive voice response / IVR) ini menawarkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sarah L. Cutrona dari Division of General Medicine/Primary Care dari University of Massachusetts dan peneliti lainnya telah dilakukan untuk mencoba menguji efektivitas dari portal pasien di EHR dan jangkauan IVR untuk meningkatkan angka vaksinasi influenza dalam kelompok multi-spesialis di pusat Massachusetts.

Sarah dan timnya menjabarkan metode penelitian menggunakan nonblinded randomized controlled trial pada portal perpesanan pasien dalam EHR dan panggilan dalam IVR yang didesain untuk mempromosikan vaksinasi influenza.

Dalam tahap awal, Sarah dan timnya melakukan interview kualitatif dengan beberapa pasien, penyedia (layanan kesehatan) dan petugas untuk menginformasikan pengembangan dari portal perpesanan dalam EHR yang telah dibenamkan kuisioner-kuisioner dan naskah panggilan IVR.

Peneliti juga memfasilitasi edukasi tentang vaksinasi influenza kepada seluruh dokter dan petugas kesehatan, termasuk informasi adanya vaksin yang spesifik di EHR CDS. Target yang akan mendapatkan informasi ini adalah pasien dewasa yang tidak tervaksinasi lebih dari 2 bulan semenjak musim flu dimulai.

Dengan menggunakan computer-generated randomization dan factorial design, Sarah dan peneiliti lainnya memberikan arahan kepada 20.000 pasien pengguna aktif yang menggunakan pasien portal elektronik untuk mengerjakan satu dari 4 capaian yang ingin dilihat oleh peneliti, meliputi (1) tanda penerimaan dari portal pesan yang mempromosikan vaksin influenza dan penawaran penjadwalan untuk bertemu secara online; (2) tanda penerimaan dari sebuah panggilan via IVR dengan konten yang serupa namun tanpa fasilitas untuk membuat pertemuan; (3) (1) dan (2) secara bersaman; atau (4) tidak (1) maupun (2).

Peneliti merandomisasi pasien tanpa menggunakan portal electronik (10.000 pasien)  ke penerimaan dari panggilan IVR (1) atau pelayanan biasa (2). Baik portal perpesanan dan penggilan IVR mempromosikan kelengkapan vaksin influenza.

Hasil utama dari peneliti ini adalah untuk mengetahui persentase dari kesediaan pasien yang didistribusikan vaksin influenza pada kelompok pasien di penelitian ini selama musim flu pada tahun 2014 sampai 2015.

Semua metode yang digunakan meminta pasien untuk melaporkan menggunakan sistem self-report dari kesuksesan vaksinasi influenza yang diterima oleh mereka dari luar klinik maupun kendala yang mereka alami dalam menerima vaksinasi influenza.

Data dari self-report pasien dari semua model ini akan diunggah ke EHR untuk meningkatkan akurasi dari penyedia pelayanan kesehatan yang ada, langsung ke sistem EHR CDS, dimana sistem akan memberitahukan adanya vaksinasi (vaccine alert).

Dari besarnya sampel yang telah ditentukan dan menggunakan factorial design, perhitungan power  menggunakan rating dasar vaksinasi mengindikasikan bahwa 4286 partisipan (per lengan yang disuntikan vaksin) memberikan 80% power untuk mendeteksi 3% peningkatan pada rating vaksinasi influenza diantara kelompok-kelompok yang diteliti (α=.05; 2-sided).

Untuk hasil lengkapnya, proyek yang didanai dari Januari 2014 ini sedang dalam tahap analisis dan direncanakan akan dipublikasikan pada tahun 2016.

Apabila berhasil, Sarah dan tim peneliti meyakini bahwa intervensi ini akan diterapkan di organisasi-organisasi pelayanan kesahatan besar, sehingga dapat meningkatkan angka vaksinasi influenza pada pasien yang memang berhak mendapatkan vaksinasi tersebut.

Semoga jurnal yang berjudul Improving Rates of Influenza Vaccination Through Electronic Health Record Portal Messages, Interactive Voice Recognition Calls and Patient-Enabled Electronic Health Record Updates: Protocol for a Randomized Controlled Trial ini, meskipun belum menunjukan hasil yang jelas,  dapat memberikan gambaran kepada pembaca akan salah satu upaya inovatif dibidang kesehatan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi.

Semoga kedepannya, upaya-upaya inovatif ini semakin banyak dilakukan untuk meningkatkan angka vaksinasi, terutama di Indonesia.

Semoga bermanfaat 🙂

Link Jurnal:  Improving Rates of Influenza Vaccination Through Electronic Health record Portal Messages, Interactive Voice Recognition Calls and Patient-Enabled Electronic Health Recorde Updates: Protocol for a Randomized Controlled Trial

Review ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment