REKAMAN WEBINAR

Teledentistry: Kajian Aspek Hukum dan Potensi Implementasinya bagi Rumah Sakit

Ilustrasi Teledentistry

Apa yang kira-kira Anda pikirkan ketika harus berkonsultasi ke dokter gigi namun cuaca dan medan yang ada di luar rumah Anda sangat tidak mendukung, dan anda hanya memiliki nomor kontak dokter gigi tersebut di smartphone Anda? Mungkin Teledenstistry dapat menjadi salah satu solusinya.

Teledenstistry merupakan salah satu cabang dari Telemedicine, dimana teknologi informasi digunakan untuk melaksanakan kedokteran gigi tanpa batasan jarak. Seperti yang diungkapkan oleh drg. Chinthia Elvitasari dari Minat Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Teledentistry telah banyak diterapkan di rumah sakit luar negeri untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan disana.

Meski begitu, Chinthia melihat masih banyaknya isu terkait hukum dari inovasi kesehatan ini, seperti pemberian lisensi, privasi dan kerahasiaan catatan medis elektronik pasien, pedoman klinis, dan masih banyak lagi. Chinthia pun mencoba melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana potensi Teledentistry bagi rumah sakit dan bagaimana mengakaji aspek hukum dari inovasi ini.

Chinthia menggunakan metode review kasus dari luar negeri dan mewawancarai para dokter spesialis serta ahli hukum. Chinthia mewawacarai beberapa dokter gigi spesialis dari 7 orang yang merupakan perwakilan dari tiap bidang spesialisasi yang ditambah dengan seorang ahli hukum di rumah sakit, sembari melakukan case review.

Dalam hasil penelitiannya, Chinthia menemukan bahwa implementasi Teledentistry berpotensi untuk melakukan kegiatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, serta dapat berkembang sesuai dengan tiap sub spesialis kedokteran gigi. Chinthia menambahkan, bahwa sebagai konsekuensi dari implementasi Teledentistry, penyiapan regulasi untuk upaya pengentasan jarak antara dokter gigi dengan pasien ini sangatlah diperlukan.

Dalam kesimpulan penelitiannya, Chinthia meyakini bahwa potensi implementasi dari Teledentistry bagi rumah sakit, khususnya di Indonesia, dapat dan mungkin untuk dilakukan, dengan memperhatikan tanggung jawab petugas kesehatan, hak pasien dan kerahasiaan medik. Akhir Chinthia, informed consent sangatlah diperlukan untuk mencegah sengketa atau hal-hal yang tidak diinginkan terkait Teledentistry.

Semoga sekilas rangkuman dari abstrak penelitian yang berjudul Teledentistry Kajian Aspek Hukum dan Potensi Implementasinya bagi Rumah Sakit ini, dapat memberikan masukan serta gambaran kepada pembaca, terutama yang berkecipung di bidang kesehatan, akan potensi serta aspek hukum apa saja yang diperlukan untuk penerapan Teledenstistry ini, khususnya, di Indonesia.

Semoga bermanfaat 🙂

Link jurnal: Teledentistry Kajian Aspek Hukum dan Potensi Implementasinya bagi Rumah Sakit

Review ditulis oleh Yudha E. Saputra, S.Farm, Apt.

Trackback from your site.

Leave a comment