REKAMAN WEBINAR

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

 
Ilustrasi Sistem Penanganan Kegawat Daruratan Terpadu Yogyakarta
YOGYAKARTA Apa yang akan terjadi bila keadaan gawat darurat terjadi begitu saja pada orang yang kita sayangi tanpa ada persiapan yang sesuai dengan standar yang disyaratkan untuk menunjang pelayanan kegawat daruratan di rumah sakit yang terdekat maupun sekitarnya? Tentunya hal ini menjadi perhatian yang layak untuk dipertimbangkan oleh para peneliti di bidang pelayanan kesehatan. Salah seorang peneliti dari Departemen Kebijakan dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Alfrida Abi, MPH, memaparkan penelitian yang sedang dilakukannya tentang sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT).

SPGDT adalah suatu sistem untuk menangani keadaan darurat, baik yang terjadi di keseharian maupun dalam situasi bencana. SPGDT ini tutur peneliti yang akrab disapa Mbak Ida, telah berjalan sejak tahun 2014.

“Survey terkait SPGDT ini sudah dilakukan beberapa kali. Pertama, kami mengidentifikasi

Rumah Sakit Digital

Seorang pasien sedang memilih menu pelayanan di pintu depan Rumah Sakit St. Stephen’s. Sumber: St. Stephen’s Hospital

QUEENSLAND Seiring berkembangnya zaman, kemajuan dalam dunia kesehatan dan teknologi semakin berkembang dengan pesat. Integrasi antara kesehatan dan teknologi infromasi-pun menjadi hal yang lumrah di era yang serba maju ini. Sebuah rumah sakit di Queensland, Australia, St. Stephen, memperkenalkan sistem bernama Rumah Sakit Digital.

The first-fully Digital Hospital ini merupakan yang pertama di Australia dan pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2014.  Deb Byod, General Manager dari Rumah Sakit St. Stephen, mengatakan bahwa rumah sakit digital ini merupakan

Indonesia di APAMI 2016

 
Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng., Dina Nur Anggraini Ningrum, MPH., dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D dari Indonesia dalam konferensi APAMI 2016 di The K-Hotel, Seoul, Korea Selatan

SEOUL Konferensi yang baru saja diselenggarakan pada 2-5 November 2016 di Seoul, Korea Selatan, menjadi ajang pertemuan antara praktisi, akademisi, pembuat kebijakan, serta pelaku usaha di bidang informatika kesehatan terbesar di Asia Pasifik. Konferensi ini menghadirkan keynote speaker Yu-Chuan (Jack) Li, MD, PhD dari Taipei Medical University (TMU), Taiwan dan Fernando Martin-Sanchez PhD, FACMI, FACHI dari Weill Cornell Medicine, New York, USA.

Ada 11 sesi Oral Presentation yang merupakan presentasi dari makalah-makalah peserta yang telah diterima oleh panitia acara. Sesi-sesi tersebut meliputi Telemedicine for Global Health Network, Big Data Informatics, Health Data Exchange, Nursing Informatics, Personal Health Records (PHR) and Hospital System, Clinical Decision Support System, Electronic Health Records (EHR), mHealth for Connected Patient Care, Public Health & National Health Strategy, Mobile Health Application, dan Artificial Intelligence in Medical Informatics.  

Menariknya, dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari ini,

Asia Pacific Association for Medical Informatics 2016

Ruang konferensi di The K-Hotel, Seoul, Korea Selatan, ketika konferensi APAMI 2016 berlangsung

SEOUL Konferensi bertajuk Asia Pasific Association for Medical Informatics (APAMI) 2016 dengan tema Connecting the Dots for Better Health through Informatics baru saja diselenggarakan pada 2-5 November 2016 di The K-Hotel, Seoul, Korea Selatan. Konferensi ini berlangsung selama 4 hari, 1 hari kunjungan ke Smart Hospital milik Seoul National University Bundang Hospital, 2 hari konferensi di The K-Hotel, dan 1 hari kunjungan eHealth solutions di Samsung d’light.

Inovasi Aplikasi Game berbasis Kesehatan untuk Mencegah Peningkatan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular

Landmark Signing of UGM-SixCap Collaboration di SixCap Office, Singapura

YOGYAKARTA Kasus Diabetes Mellitus (DM) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Indonesia diprediksi akan mengalami prevalensi DM sebesar 21,3 juta orang ditahun 2030. Pada pertemuan The 2nd Regional ASEAN Forum on Non-Communicable Diseases, di Jakarta pada Agustus tahun 2015 lalu, salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) komplikasi DM menempatkan diri sebagai salah satu penyebab utama kematian, dengan sumbangsih sebesar 6.7%.