REKAMAN WEBINAR

Meningkatkan Vaksinasi dengan Panggilan Suara Pengenalan Interaktif

Ilustrasi IVR on EHR

Sistem pendukungan keputusan klinis (Clinical Decision Support / CSD), termasuk pengingat terkomputersiasi untuk penyedia dan pasien, dapat meningkatkan hasil kesehatan. CDS mempromosikan vaksinasi influenza dengan menghantarkannya secara langsung kepada pasien melalui portal pasien rekam medis elektronik ( electronic health record / EHR) dan panggilan pengenalan suara interaktif ( interactive voice response / IVR) ini menawarkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sarah L. Cutrona dari Division of General Medicine/Primary Care dari University of Massachusetts dan peneliti lainnya telah dilakukan untuk mencoba menguji efektivitas dari portal pasien di EHR dan jangkauan IVR untuk meningkatkan angka vaksinasi influenza dalam kelompok multi-spesialis di pusat Massachusetts.

Sarah dan timnya menjabarkan metode penelitian menggunakan

Tren Amerika dalam Kinerja Keselamatan dari Sistem Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Anak

Ilustrasi Electronic Health Record Safety

Kesempurnaan dalam melakukan pengobatan tak hanya dicapai dengan mengandalkan bantuan tenaga medis seorang diri saja, namun bagaimana sistem disekelilingnya membantu dengan optimal agar tercipta pelayanan kesehatan yang terbaik. Salah satu ketidak sempurnaan yang bisa terjadi dalam pengobatan pasien, adalah munculnya medication error.

Sekelompok peneliti dari Negeri Paman Sam yang berasal dari praktisi serta akademisi di bidang biomedical informatics mencoba untuk melakukan penelitian terhadap fenomena medication error di Amerika Serikat dengan mengkorelasikannya menggunakan manfaat dari rekam medis elektronik di rumah sakit anak.

Tujuan dari penelitian yang telah diterbitkan oleh Journal of the American Medical Informatics Association ini adalah untuk mengevaluasi keselamatan dari

Sistem Pendukung Keputusan Klinis untuk Manajemen Faktor Resiko Kardiovaskular

Ilustrasi Sistem Pendukung Keputusan untuk Manajemen Kardiovaskular

Sistem pelaporan di tempat pelayanan kesehatan yang dahulu kala masih menggunakan kertas untuk mencatat segala bentuk keterangan, telah mulai memudar seiring berkembangnya era teknologi dan informasi. Hal ini juga berlaku bagi sistem pelaporan pada kasus penyakit jantung.

Kardiovaskular (Cardiovascular / CV) Wizard adalah sistem berbasis web pada rekam medis elektronik yang terintegrasi dengan point-of-care sistem pendukung keputusan klinis (clinical decision support / CDS) yang memberikan gambaran informasi resiko CV terpersonalisasi untuk para penyedia dan pasien dalam low-numeracy visual format dan high-numeracy quantitative format.

Tim peneliti dari HealthPartners Institute for Education and Research melaporkan perspektif dari penyedia pelayanan kesehatan akan bagaimana sistem CDS ini memberikan dampak pada pembuatan keputusan dan manajemen faktor resiko CV.

Dari penelitian ini, dua puluh klinik diacak dari

Pengalaman Pasien menggunakan Rekam Medis Personal Rawat Inap

Ilustrasi Personal Health Record

Bagaimana rasanya apabila ketika kita sakit, kita bisa melihat sejauh mana dan apa saja data klinis kita ketika kita di rumah sakit, melalui tablet kita? Tentunya ada pro dan kontra apabila data kita dapat kita lihat ketika kita sedang terbaring di rumah sakit, namun, untuk beberapa pasien di salah satu rumah sakit di Kota New York, hal ini membuat pasien-pasien disana sangat senang. Terima kasih kepada Rekam Medis Personal (Personal Health Record / PHR).

J. Woollen dari Department of Biomedical Informatics Columbia University dan beberapa peneliti lainnya dari Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian untuk melihat sejauh mana pengalaman pasien dalam menggunakan PHR.

Secara spesifik, penelitian ini  bertujuan untuk

Membangun Framework untuk Mengajar Informatika Keperawatan secara Internasional

Ilustrasi Nursing Informatics

Pengantaran pelayanan kesehatan meningkat seiring berkembangnya informasi teknologi dari waktu ke waktu untuk menyediakan informasi di saat yang tepat dan membuat keputusan yang efektif. Menurut Inge Madsen dari Centre of Clinical Guideline dari Department of Health and Technology University of Aalborg, Denmark, pada tahun 2003, sebuah survey yang mensurvey 266 sarjana muda dari pendidikan keperawatan di Amerika Serikat, menemukan bahwa hampir dari setengah pendidikan keperawatan tersebut hanya mengajarkan ilmu komputer dasar seperti mengetik dan mengirim email, ketika kurang dari sepertiga dari program-program keperawatan di Negeri Paman Sam tersebut mengalamatkan kompetensi utama dari keperawatan seperti standarisasi teknologi dan aplikasi telehealth.

Workshop yang dilakukan oleh Inge dan peneliti lainnya menemukan bahwa survey yang mereka lakukan memberikan gambaran dimana kurang dari sepertiga program fakultas keperawatan memiliki kompetensi yang